Meningkatkan Skalabilitas dan Ketahanan Beban Kerja SAP dengan AWS Application Load Balancer

Dalam perkembangan sistem SAP, akses berbasis web melalui SAP FIORI semakin banyak digunakan. Sebelumnya, pengguna SAP umumnya mengakses sistem melalui SAP GUI yang terinstal di PC atau laptop mereka. Namun, kini banyak transaksi penting yang dijalankan melalui browser, termasuk transaksi di SAP NetWeaver Portal, seperti input waktu kerja di SAP HR.

Untuk memastikan kelancaran akses ini, load balancer menjadi komponen yang sangat penting. AWS menyediakan Amazon Application Load Balancer (ALB) yang dapat mendistribusikan lalu lintas aplikasi SAP ke berbagai target, seperti SAP Web Dispatcher atau SAP Application Server yang berjalan di Amazon EC2 di berbagai Availability Zones (AZ).

Dulu, SAP Web Dispatcher (WD) sering digunakan sebagai load balancer utama. Namun, banyak perusahaan kini lebih memilih Amazon ALB karena fitur-fiturnya yang lebih unggul, kemudahan pengelolaan, efisiensi biaya, serta integrasi yang erat dengan ekosistem AWS.


Apa itu Amazon Application Load Balancer (ALB)?

Amazon ALB bekerja pada Layer 7 (application layer) OSI model, yang berarti dapat membaca konten lalu lintas jaringan untuk menentukan aturan pemrosesan. ALB menggunakan algoritma round robin secara default, tetapi dapat dikonfigurasi dengan metode least outstanding requests agar lebih optimal.


Apa itu SAP Web Dispatcher (WD)?

Menurut dokumentasi SAP, SAP Web Dispatcher berfungsi sebagai gateway utama untuk permintaan HTTP/HTTPS ke sistem SAP, bertindak sebagai reverse proxy yang menyeimbangkan beban ke server backend. Web Dispatcher umumnya ditempatkan di antara browser klien, load balancer lain, dan sistem SAP.


Memilih SAP Web Dispatcher atau Amazon ALB?

Banyak pelanggan bertanya apakah mereka sebaiknya menggunakan SAP Web Dispatcher, Amazon ALB, atau kombinasi keduanya. Untuk menentukan solusi terbaik, kita harus memahami fitur masing-masing.

Fitur yang Dimiliki oleh SAP Web Dispatcher dan Amazon ALB

Fitur Amazon ALB SAP Web Dispatcher
HTTPS Termination ✅ Ya ✅ Ya
Session Persistence (Stickiness) ✅ Ya ✅ Ya
Dukungan HTTP/2 ✅ Ya ✅ Ya
Server Name Indication (SNI) ✅ Ya ✅ Ya
Multiple Systems Routing ✅ Ya ✅ Ya
HTTP Header-based Routing ✅ Ya ✅ Ya
HTTP Method-based Routing ✅ Ya ✅ Ya
Mutual TLS (mTLS) ✅ Ya ✅ Ya

Tabel di atas menunjukkan bahwa kedua solusi ini memiliki banyak fitur yang sama.

Fitur Eksklusif SAP Web Dispatcher dan Amazon ALB

Fitur Amazon ALB SAP Web Dispatcher
Algoritma Load Balancing Round-robin, Least-outstanding-Request Simple round-robin, Adaptive
Web Caching ❌ (Bisa dengan CloudFront) ✅ Ya
Custom HTTP Headers ❌ (Bisa dengan CloudFront) ✅ Ya
Request Manipulation ❌ Tidak ✅ Ya
URL Filtering ❌ (Bisa dengan AWS WAF) ✅ Ya
Dukungan WebSockets untuk RFC ✅ Ya (terbatas) ✅ Ya
High Availability (HA) Bawaan ✅ Ya ❌ Tidak
Skalabilitas ✅ Otomatis ✅ Dapat dikonfigurasi
Integrasi dengan AWS Services ✅ Ya ❌ Tidak
Maintenance dan Operasi ✅ Dikelola oleh AWS ❌ Dikelola oleh pengguna

Tabel ini menunjukkan bahwa SAP Web Dispatcher memiliki fleksibilitas lebih besar dalam manipulasi request dan caching, sedangkan Amazon ALB lebih unggul dalam skalabilitas, keamanan, dan manajemen otomatis.


Bagaimana Memilih Solusi yang Tepat?

Berdasarkan fitur di atas, berikut keputusan yang bisa diambil:

Gunakan Amazon ALB jika:

  • Anda hanya membutuhkan fitur load balancing standar seperti yang ada di Tabel 1.1.
  • Ingin skalabilitas otomatis dan minim perawatan.
  • Menginginkan integrasi dengan layanan AWS seperti AWS WAF, CloudFront, ACM, CloudWatch.
  • Mengutamakan keamanan dan ingin mengurangi risiko serangan karena ALB dikelola langsung oleh AWS.

Gunakan SAP Web Dispatcher jika:

  • Membutuhkan fitur tambahan seperti caching, request manipulation, dan URL filtering.
  • Memerlukan kontrol lebih besar atas load balancing dengan konfigurasi yang lebih fleksibel.

Gunakan Kombinasi Amazon ALB + SAP Web Dispatcher jika:

  • Anda ingin memanfaatkan fitur eksklusif dari SAP WD dan integrasi cloud-native dari Amazon ALB.
  • SAP Web Dispatcher digunakan sebagai reverse proxy, sementara ALB menangani distribusi trafik di belakangnya.

Kesimpulan

Amazon ALB adalah solusi cloud-native yang menawarkan integrasi erat dengan AWS, otomatisasi, dan keamanan tingkat tinggi. Dengan AWS Web Application Firewall (WAF) dan CloudWatch, ALB bisa memantau dan menangani ancaman keamanan secara otomatis.

Sebaliknya, SAP Web Dispatcher memberikan kontrol lebih besar dalam pengaturan trafik dan caching, tetapi memerlukan pemeliharaan manual.

Dalam banyak kasus, Amazon ALB lebih direkomendasikan, terutama untuk perusahaan yang ingin mengurangi beban operasional dan meningkatkan skalabilitas serta ketahanan sistem SAP mereka di AWS. Namun, jika fitur eksklusif SAP Web Dispatcher dibutuhkan, kombinasi keduanya bisa menjadi solusi terbaik.


Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan AWS Cloud, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman.
Hubungi kami sekarang atau kunjungi awscloud.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut